Data Publikasi


PROSIDING SEMNAS SWASEMBADA PANGAN 2015
Edisi:VIII/ Isbn: 978-602-70530-2-1/ Level: NASIONAL/ Tahun: 2015

Varietas Unggul Mendukung Usahatani Padi di Lahan Lebak

Ringkasan

Varietas unggul padi yang berumur genjah dan toleran kekeringan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan produksi padi di lahan rawa lebak. Varietas unggul adalah salah satu komponen teknologi yang memiliki peran nyata dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian, diantaranya varietas unggul yang adaptif dan berpotensi hasil tinggi di lahan rawa lebak. Penelitian ini dilaksanakan pada lebak tengahan di Desa Kotadaro I, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, dimulai pada musim kemarau (Maret sampai Agustus) 2014. Jumlah varietas unggul yang dikaji sebanyak 4 varietas yaitu Situbagendit, Inpara 4, Inpago 4 dan IR 42 sebagai pembanding yang biasa ditanam oleh petani. Persemaian dilakukan 2 kali pindah. Bibit yang ditanam berumur 30-35 hari setelah semai (HSS). Jarak tanam sistem tegel (25 x 25 cm) dan jumlah bibit 2-3 bibit/lubang. Pupuk yang digunakan 150 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 100 kg KCl/ha. Pemupukan dilakukan 2 kali yaitu pada umur 1 minggu setelah tanam (MST) dengan takaran 75 kg urea, 100 kg SP-36 dan 100 kg KCl/ha dan pada umur 4 minggu setelah tanam (MST) dengan takaran 75 kg urea/ha. Penentuan sampel dilakukan secara acak, masing-masing varietas sebanyak 10 tanaman. Data yang dikumpulkan meliputi : tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per malai dan produksi. Hasil gabah diambil dengan ubinan (5 x 5 m) sebanyak 3 kali. Metoda yang digunakan adalah pengamatan langsung di lapangan (observasi) terhadap varietas unggul yang dikaji. Data yang diperoleh disusun secara tabulasi dan dianalisis dengan uji statistik yaitu uji kesamaan nilai tengah (uji–t) dengan menggunakan software program SPSS versi 11.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman dari varietas Situbagendit, Inpara 4, dan IR 42 yang ditanam di rawa lebak tengahan tergolong pendek dan jumlah anakan produktif tergolong sedang, sedangkan tinggi tanaman varietas Inpago 4 tergolong tinggi sehingga mudah rebah dan produksi yang dicapai oleh varietas Inpara 4, Inpago 4 dan Situbagendit antara 5,3 hingga 6,3 ton gkg/ha lebih tinggi dari IR 42 (3,1 ton gkg/ha) sebagai pembanding.

Kata Kunci  Lebak, padi, varietas unggul
ID / Nomor / Tahun  20 / - / 2015
Rumpun Ilmu  PERTANIAN
Peneliti (Ketua) Suparwoto
BPTP Sumatera Selatan
Peneliti (Anggota) Waluyo
BPTP Sumatera Selatan
Yuana Juwita
BPTP Sumatera Selatan
File publikasi